Wednesday, August 08, 2007

Dukungan terhadap Protes Bakar Buku


Dukungan terhadap Pernyataan Sikap atas Pembakaran Buku Sejarah, yang diluncurkan di Taman Ismail Marzuki, Selasa kemarin, ternyata diikuti oleh cukup banyak orang. Mereka mengirim email ke tempat saya, minta mereka diikutkan melawan pembakaran buku.

Saya kebetulan saja menerima email ini. Mungkin karena alamat email saya dicantumkan dalam beberapa mailing list. Namun saya dengan senang hati mengumumkan orang-orang yang juga tak setuju dengan pembakaran buku oleh kejaksaan-kejaksaan di seluruh Indonesia. Mulai dari Semarang hingga Kendari, dari Samarinda hingga Kupang.

Wartawan, tampaknya, termasuk golongan yang banyak marah terhadap pembakaran buku oleh Kejaksaan Agung. Mungkin pekerjaan wartawan, termasuk saya, sering diselingi, atau dilanjutkan, dengan pekerjaan menulis buku. Ignatius Haryanto, anggota Aliansi Jurnalis Independen, yang pernah menulis buku soal harian Indonesia Raja, menulis, “Bangsa kita perlu banyak belajar soal sejarah, pun kalau pahit dirasakan oleh beberapa pihak. Tetapi lebih banyak pihak lain yang harus bisa menimba suatu pelajaran dari sejarah masa lalu. Dari masa lalu lah kita bisa belajar tentang masa depan. Kita dengan ingatan yang pendek, akan mudah tersesat di masa depan.”

Protes juga datang dari luar negeri Indonesia. “Yang pasti sejarah kita selama lebih 40 tahun, sudah tidak ada yang bener, sudah dimanipulasi oleh penguasa Orba, jadi perlu diluruskan, dicatat-ulang agar lebih mendekati dengan kenyataan sesungguhnya yang terjadi,” kata Chan CT dari Hong Kong Society for Indonesian Studies.

“Saya mendukung Pernyataan Sikap Terhadap Pembakaran Buku. Saya anti pembakaran buku!” kata pengarang Putu Oka Sukanta.

“Catatan adalah pintu gerbang peradaban. Meski pun demikian adanya, salah atau benar, namun itulah yang tercatat. Memusnahkan buku berarti menutup kemungkinan untuk melewati sebuah fakta kebenaran sejarah. Untuk itu saya sepakat dengan penolakan terhadap aksi yang dilakukan pemerintah terhadap buku-buku sejarah. Semoga demokrasi di negeri ini bisa berdiri dengan ketulusan dan kelapangan hati,” tulis penyair Hujan.

Pandu Ganesa, penggagas Paguyuban Karl May Indonesia, yang menterjemahkan dan menerbitkan serial karangan Karl May, mengatakan pada saya, “Buku-buku Karl May memang pernah dilarang di Jerman Timur, semasa periode pemerintahan sosialis-komunis, tapi tidak ada yang dibakar.”

Ada juga dukungan dari lembaga. Dominggus Oktavianus, atas nama pribadi dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembebasan Nasional (DPP PAPERNAS) menyatakan, “Kami siap terlibat bersama rekan-rekan lain dalam agenda perjuangan mempertahankan dan merebut demokrasi.”

Syarikat Indonesia secara kelembagaan menyatakan dukungan menolak pembakaran buku-buku pelajaran sejarah, hanya kaum jahiliyah saja yang melakukan penghinaan moral dan intelektual semacam ini. Bisa dicantumkan Mohamad Imam Aziz, Pengasuh Syarikat Indonesia dan R. Setyadi Kordinator Divisi Informasi dan Dokumentasi Syarikat Indonesia.” Mereka juga mencantumkan alamat lengkap: Syarikat Indonesia, Perum Demakan Baru, Gang Kamboja No. 757 TR III, Yogyakarta.

Sejarawan Asvi Warman Adam, yang jadi ujung tombak protes pembakaran buku, Kamis lusa, 9 Agustus 2007 pukul 13-14.30, akan berdebat dengan Jaksa Agung Abdul Rachman Saleh, yang melarang buku-buku tertentu pelajaran anak sekolah di Kedai Utan Kayu, Jalan Utan Kayu 68 H, Jakarta. Debat ini akan disiarkan langsung oleh Kantor Berita Radio 68H.

Saya cantumkan nama-nama orang, maupun identifikasi mereka, yang ikut mendukung protes terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membakar buku-buku pelajaran sekolah. Nama-nama lembaga hanya untuk keperluan identifikasi, penandatangan ini tak ada kaitan dengan lembaga:

A. Supardi Adiwidjaya (wartawan harian Rakyat Merdeka di Belanda)
Bismo D. Gondokusumo (ekonom tinggal di Praha, Republik Czech)
Chan CT (ketua Hong Kong Society For Indonesian Studies)
Christianto Wibisono (chairman The Global Nexus Institute - Jakarta)
Dandhy Dwi Laksono (koordinator liputan RCTI, dari Ohio)
Darmaningtyas (Institute for Transportation and Development Policy)
Dominggus Oktavianus (Partai Persatuan Pembebasan Nasional)
Erwanto (warga Aceh, bantu ICCO dan KerkinActie di Belanda)
Estu Fanani (aktivis LBH APIK Jakarta)
Fadjar Sitepu (penyair, tinggal di Stockholm)
Fransisca Ria Susanti (wartawati, tinggal di Hong Kong)
Frfiya Andina Radio (wartawan, Nederland Wereldomroep, Hilversum)
Gunawan Hartono (anggota PDI Perjuangan, Yogyakarta)
Hadi Winarto (produser program dokumenter Oasis Metro TV)
Asahan Alham Aidit (novelis "Perang dan Kembang")
Ignatius Haryanto (wartawan, menulis buku harian Indonesia Raja)
Imron Rosyid (asal Boyolali, reporter Tempo di Solo)
Joss Wibisono (wartawan Amsterdam, menulis fasisme Indonesia)
N.D Arini (anggota Solidaritas Perempuan Jogjakarta)
Pandu Ganesa (editor buku-buku Karl May versi Indonesia)
Putu Oka Sukanta (direktur Yayasan Taman Sringanis Jakarta)
Siti Faiza Mardzoeki (sutradara Nyi Ontosoroh, tinggal di Jakarta)
Wielsma DK. Baramuli (dosen Universitas Pelita Harapan, Tangerang)
Yuyun Mega Lestari (translator, PT Ina Publikatama Jakarta)

Gus Dur Kecam Pembakaran Buku
Pertemuan Pers Melawan Pembakaran Buku
Pernyataan Sikap atas Pembakaran Buku
Dukungan Mengalir, Melawan Pembakaran Buku
Arif Harsana dari Vorstand South East Asia Information
Sonny Mumbunan dari Universität Leipzig
Aliansi Jurnalis Independen Protes Pembakaran
Kritik Arya Gunawan terhadap Pernyataan Sikap
Wandy Tuturoong Menjawab Arya Gunawan
Linda Christanty Menjawab Arya Gunawan
Jane Pangemanan dari Universitas Sam Ratulangi
Arya Gunawan Menjawab Linda Christanty
Arya Gunawan soal Nurmahmudi Ismail
Aboeprijadi Santoso Menanggapi Arya Gunawan

2 comments:

shita laksmi said...

Ikut protes pembakaran buku,
Shita Laksmi (pengamat radio komunitas, pekerja di organisasi not for profit)

IRA LATHIEF said...

Sayah juga binggung...apa zaman makin edan ya smp perlu bakar-bakar buku?? Sbg seorang kuli tinta amatir, sayah ikut perjuangan Mas Andreas para wartawan deh, demi keberlangsungan generasi masa depan (halllah...suka sok tau sayah ini:p )

Btw, salam kenal yah Mas. Numpang izin buat nge-link blog ini di blog saya