Tuesday, October 13, 2009

Ganto Korban Gempa Padang


Tabloid mahasiswa Ganto dari Universitas Negeri Padang ikut jadi korban gempa pada 30 September 2009, dengan lantai sekretariat mereka retak, akibat kenaikan tanah setinggi 30 cm.

Della Syahni, pemimpin redaksi Ganto, mengatakan pada saya bahwa kemarin mereka pertama kali bisa rapat redaksi, 10 hari sesudah gempa, di sebuah taman dekat sekretariat. Langit dan tembok sekretariat dikuatirkan bisa jatuh. Mereka menilai kantor ini perlu dibangun ulang agar tak bahaya. Mereka belum menghitung berapa biaya yang diperlukan.

Sekarang koordinasi kegiatan Ganto dilakukan oleh Herry Faizal. Dia salah satu pengurus Ganto. Agustus lalu Herry ikut memimpin rombongan Ganto tour Jogjakarta dan Jakarta.


Adek Deedees, seorang reporter Ganto, mengatakan, "Alhamdulillah kami sehat Mas walau makan seadanya." Adek memotret keadaan sekretariat Ganto. Gambar-gambar ini diambil terutama di ruang depan, yang lantainya menjulang ke atas dan tak rata lagi.

"Di tempat ini banyak aktivitas dilaksanakan. Mulai dari rapat, diskusi, makan, tidur dll. Sedangkan ruang redaksi, lantainya ambruk ke bawah dan sekitar tiga menit setelah gempa, air masuk dan membasahi lantai redaksi serta CPU dan peralatan lainnya, yang jatuh sewaktu gempa," kata Adek.

"Kamar mandi, jamban, dan gudang di belakang juga tidak kalah sialnya. Hingga saat ini sekre Ganto belum dimanfaatkan secara maksimal."

"Tiap hari hingga sore kami selalu mengunjunginya walau hanya sekedar menertawai kantor kecil yang malang tersebut."


Saya kenal Ganto karena pernah mengajar sebuah pelatihan wartawan pada bulan Juni di Padang. Saya juga sering duduk di ruang yang hancur ini, sekedar bercanda, mengecek internet atau diskusi. Pada bulan Agustus, satu bus besar anak Ganto juga datang bertamu di rumah kami di Jakarta. Mereka juga berkunjung ke majalah Tempo, harian Bisnis Indonesia, The Jakarta Post, Jakarta Globe maupun Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Indonesia. Saya banyak punya kawan di Padang.

Saat gempa melanda, SMS dari mereka segera datang banyak sekali ... lalu tiba-tiba semua komunikasi diam. Saya dapat informasi dari televisi bahwa Padang terkena gempa. Maka mulailah usaha selama 24 jam, telepon sana dan sini, untuk mencari info soal Ganto. Sedikit demi sedikit informasi mengalir. Sesudah gempa, saya merekomendasikan beberapa awak Ganto untuk bekerja jadi fixer beberapa media internasional. Mereka datang ke Padang, Pariaman dsb untuk meliput gempa.


Windy Ocse Marta dari kesekretariatan Ganto mengatakan, "Sekre itu tidak bisa cuma ditambal ... harus dirobohkan dulu dan dibangun lagi karena lantainya saja sudah naik. Dindingnya rusak parah Mas ... beranda di sepanjang ruang sidang PKM miring."

Mereka belum tahu berapa rupiah diperlukan untuk membangun kantor ini lagi. Jumlahnya bisa cukup besar. Saya kira ini bisa menjadi pekerjaan sesama pers mahasiswa, maupun organisasi donor, untuk mengumpulkan dana untuk Ganto. Sementara ini bisa disalurkan lewat rekening bendahara Ganto, Ulfia Rahmi, BRI cabang Universitas Negeri Padang ac. 1269 01 000410 509.

2 comments:

Frisna said...

Semoga warga Padang diberi ketabahan dalam mengahdapi musibah ini dan bisa segera bangkit untuk membangun Padang Kota Tercinta kembali.

Salam....
Kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang ini.

lonelypirate said...

saya harap semuanya kembali cepat pulih seperti normal lagi,Amiin
izkiy.com