Friday, March 21, 2008

Nonton Horton Hears a Who!


NORMAN pergi ikut misa paskah di gereja Kristus Salvator, Slipi, sore ini. Norman memenuhi janji kepada ibunya bahwa dia akan pergi ke gereja. Aku mengantar Norman. Gereja padat sekali. Kami sengaja naik Mikrolet. Gereja ini halaman parkir sangat sempit.

Petangnya, kami pergi nonton film Horton Hears a Who! di Cilandak Town Square. Norman sangat ingin lihat film ini. The New York Times memuji film ini, "Saving Who-Ville Is a Big Production." Ternyata kami tertinggal pertunjukan hingga harus menunggu hampir dua jam. Makan ice cream kegemaran Sapariah. Mencoba burger di sebuah cafe. Norman dan aku. Jalan-jalan ke toko buku Aksara.


Aku lihat judul-judul baru. Ada satu buku soal disain suratkabar. Menarik sekali. Sapariah melihat disain rumah makan dan resep masakan --Itali dan Jepang. Norman tertarik pada buku Hot Dog and Bob karangan Lissa Rovetch. Kami lama membaca dan melihat buku.

Norman minta dibelikan seri pertama Hot Dog and Bob and the Seriously Scary Attack of the Evil Alien Pizza Person. Dia serius baca buku. Aku senang lihat Norman lebih jarang nonton televisi. Dia bilang mulai bosan nonton televisi.

Filmnya bagus sekali. Ini karya klasik dari buku karangan Dr. Seuss pada 1954. Kisahnya, Horton, seekor gajah, suatu hari mendengar teriakan minta tolong dari sebutir debu! Horton mengejar debu itu. Dia menduga ada orang-orang tinggal dalam debu. Ternyata Horton benar. Dia berhasil menyelamatkan orang-orang yang tinggal dalam debu. Horton disuarakan oleh Jim Carrey. Kami puas nonton film ini. Norman banyak bicara soal pesan-pesan Dr. Seuss.

3 comments:

Insaf Albert Tarigan said...

mas, kapan ada tulisan baru lagi? dan bukunya jadi terbit kapan? tolong kalau ada launching atau diskusi soal buku itu,saya dikabari. Terima Kasih.

Andreas Harsono said...

Dear Tarigan,

Sejak pertengahan Maret ini, aku sangat sibuk dengan urusan pengasuhan Norman. Anak semata wayang ini memilih tinggal di apartemen. Dia menolak pergi ke rumah ibunya.

Aku bisa mengerti pilihan Norman. Namanya juga perubahan. Dulu hanya dua hari seminggu mengasuh Norman, kini Sapariah, Sri Maryani dan aku total tujuh hari seminggu mengasuh Norman.

Hari-hari pertama sangat sibuk. Kebetulan Norman hendak pentas di Gedung Kesenian Jakarta. Aku jadi sibuk sekali. Ini belum lagi pekerjaan kantor yang tak habis-habisnya. Aku akan segera menulis begitu waktu memungkinkan. Aku sangat cinta dunia meliput dan menulis. Terima kasih.

Insaf Albert Tarigan said...

Oke mas, semoga masalah yang anda hadapi segera selesai. Saya juga mengikuti perkembangannya melalui blog ini, hanya saja saya tak bisa berkomentar apa-apa seperti teman yang lain karena rasanya terlalu lancang meskipun mas Andreas Kelihatannya terbuka menerima pendapat dan simpati orang.