Friday, January 27, 2017

Kursus Narasi


Andreas Harsono – Budi Setiyono
Yayasan Pantau
Jakarta, 5 April 2017 – 16 Agustus 2017


Tosca Santoso (berdiri di tengah, kaos hitam), penulis buku Rosidi, diskusi dengan sebuah kelas Yayasan Pantau pada Januari 2017. Santoso akan jadi pembicara tamu buat kelas narasi ini. Dia akan memberikan kuliah di desa Sarongge, Cianjur, sekaligus mengajak kelas menelusuri kisah Rosidi, mantan tahanan politik 1965, yang dijadikan pekerja paksa selama 13 tahun di Kamp Panembong.

KURSUS ini dirancang buat aktivis, blogger, wartawan, aktivis maupun profesional lain, yang ingin belajar jurnalisme –lakukan wawancara, riset dan verifikasi—agar bisa menulis feature atau komentar. Ia juga berguna untuk mereka yang rencana menulis panjang.

Isinya 16 sesi, setiap Rabu pukul 19.00-21.00 di daerah Kebayoran Lama. Acara mingguan dibuat agar peserta punya waktu mengendapkan materi belajar, membaca, dan mengerjakan pekerjaan rumah di sesela kesibukan kerja. Kursus ditekankan pada diskusi dalam kelas dan latihan.

Satu sesi dirancang dengan berkunjung desa Sarongge, Cianjur, menemui wartawan Tosca Santoso, yang menulis buku Rosidi. Santoso akan mengajak peserta menelusuri kisah dalam buku, melihat Kamp Panembong, wawancara keluarga Rosidi serta menginap semalam di Sarongge.

Agustinus Wibowo, seorang pengelana, sempat kuliah di Surabaya dan Beijing serta berjalan selama 10 tahun di Asia Tengah, juga akan kasih kuliah. Dia menulis buku Selimut Debu (2010), Garis Batas (2011) dan Titik Nol (2013).

Pekerjaan rumah termasuk mencari dan menajamkan riset, latihan wawancara, liputan di lapangan, serta bikin deskripsi, feature, maupun profil.

INSTRUKTUR

Andreas Harsono, bekerja buat Human Rights Watch, anggota International Consortium of Investigative Journalists, mendapatkan Nieman Fellowship di Universitas Harvard, menerbitkan buku "Agama" Saya Adalah Jurnalisme.

Budi Setiyono, sejarahwan, redaktur majalah Historia, co-editor buku Revolusi Belum Selesai yang berisi kumpulan pidato politik Presiden Soekarno serta buku soal penyair A.S. Dharta.

Harsono dan Setiyono menyunting antologi Jurnalisme Sastrawi: Liputan Mendalam dan Memikat.

SYARAT DAN BIAYA

Buku Rosidi karya Santoso
Peserta bisa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. Kursus ini diadakan sejak 2001. Ia biasanya diikuti aktivis, wartawan, dokter, pengacara, mahasiswa, dosen, peneliti, chef, manajer dan sebagainya. Biaya kursus 4.5 juta rupiah dan bisa diangsur selama kursus. Ini termasuk buku, bahan bacaan, perjalanan dan penginapan semalam di rumah warga di Sarongge.

Peserta dibatasi 18 orang untuk memudahkan lalu-lintas ide dalam kelas. Peserta diharapkan mengirim biodata dan contoh tulisan agar instruktur bisa mengenal latar belakang dan keperluan masing-masing peserta. Bacaan akan disesuaikan dengan minat peserta.

INFORMASI

Elisabeth Eva
Yayasan Pantau
Jl. Raya Kebayoran Lama 18CD
Jakarta 12220
Mobile 082233043013
Tel. 021-7221031

UPDATE

Periode kursus diganti dari 1 Maret 2017 menjadi 5 April 2017. Ada persoalan teknis yang membuatnya diundur satu bulan.

No comments: