Wednesday, January 25, 2017

Silabus Kursus Narasi

Andreas Harsono – Budi Setiyono
Jakarta, 5 April 2017 – 16 Agustus 2017

KURSUS ini dirancang buat aktivis, blogger, wartawan, aktivis maupun profesional lain, yang ingin belajar jurnalisme –lakukan wawancara, riset dan verifikasi—agar bisa menulis feature atau komentar. Ia juga berguna untuk mereka yang rencana menulis panjang.

Isinya 16 sesi, setiap Rabu pukul 19.00-21.00 di daerah Kebayoran Lama. Acara mingguan dibuat agar peserta punya waktu mengendapkan materi belajar, membaca, dan mengerjakan pekerjaan rumah di sesela kesibukan kerja. Kursus ditekankan pada diskusi dalam kelas dan latihan.

Satu sesi dirancang dengan berkunjung desa Sarongge, Cianjur, menemui wartawan Tosca Santoso, yang menulis buku Rosidi. Santoso akan menelusuri kisah dalam buku, melihat Kamp Panembong, kamp dimana ribuan tahanan politik 1965 dipekerjakan paksa, wawancara keluarga Rosidi serta menginap semalam di Sarongge.

Pekerjaan rumah termasuk mencari dan menajamkan riset, latihan wawancara, liputan di lapangan, serta bikin deskripsi, feature, maupun profil.

INSTRUKTUR

Andreas Harsono, bekerja buat Human Rights Watch, anggota International Consortium of Investigative Journalists, ikut Nieman Fellowship di Universitas Harvard, menerbitkan buku "Agama" Saya Adalah Jurnalisme.

Budi Setiyono, sejarahwan, redaktur majalah Historia, co-editor buku Revolusi Belum Selesai yang berisi kumpulan pidato politik Presiden Soekarno serta menyunting buku Kumpulan Esai Sastra A.S. Dharta.  

Harsono dan Setiyono menyunting antologi Jurnalisme Sastrawi: Liputan Mendalam dan Memikat.
______________________________


SESI 1 - 05 April 2017
Perkenalan, pembicaraan silabus dan membahas “Sepuluh Elemen Jurnalisme” dari Bill Kovach dan Tom Rosenstiel serta membandingkannya dengan praktik jurnalisme di Jakarta a.l. byline, firewall, advertorial. [Andreas Harsono]

Bacaan: “Sembilan Elemen Jurnalisme” dan “Internet, verifikasi, jurnalisme dan demokrasi: Elemen kesepuluh dalam Jurnalisme” oleh Andreas Harsono (Resensi buku The Elements of Journalism serta Blur karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel). Silakan menelusuri www.journalism.org.

Pekerjaan rumah: Perhatikan karya Abdurrahman Wahid “Tuhan Tidak Perlu Dibela” (1982). Ia salah satu karya Wahid paling terkenal. Sunting karya tsb. Bagaimana cara membuatnya lebih lancar dan bertenaga?

SESI 2 - 12 April 2017
Tak ada hukum dalam menulis. Namun menulis punya perkakas, tepatnya 50 buah, belakangan jadi 55, terbagi dalam empat bagian besar. [Andreas Harsono]

Bacaan: Baca nasehat  menulis dari Roy Peter Clark http://groups.poynter.org/members/?id=4570188. Bila Anda biasa, atau sedang belajar menulis dalam bahasa Inggris, tidak rugi untuk membeli buku Writing Tools karya Clark.

Pekerjaan rumah: Bikin suatu interview. Pilih orang yang menarik. Ajak dia duduk dan gali suka duka pekerjaannya. Rekam dengan smart phone (video atau audio). Suntinglah rekaman tersebut dan cari momen paling menarik. Maksimal lima menit. Bawa rekaman untuk didengar atau ditonton bersama.

SESI 3 - 19 April 2017
Teknik wawancara dengan melihat teknik-teknik yang dikembangkan oleh International Center for Journalists. Peserta melakukan praktik wawancara di depan kelas. [Andreas Harsono]

Bacaan: ”Ten Tips For Better Interview” (www.ijnet.org) dan ”The Art of the Interview” oleh Eric Nalder.

SESI TAMU - 26 April 2017
Agustinus Wibowo, seorang pengelana, sempat kuliah di Surabaya dan Beijing, berjalan selama 10 tahun di Asia Tengah, menguasai bahasa Hindi, Urdu, Farsi, Rusia, Tajik, Kirghiz, Uzbek, Turki. Dia juga fasih bahasa Inggris, Mandarin, Indonesia dan Jawa. Dia menulis buku Selimut Debu (2010), Garis Batas (2011),  dan Titik Nol (2013). Perjalanannya bisa dibaca lewat blog http://agustinuswibowo.com/

SESI 4 - 03 Mei 2017
Feature adalah salah satu struktur penting dalam penulisan. Ia terdiri dari fokus, angle dan outline. [Budi Setiyono]

Bacaan: Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Goenawan Mohamad

Pekerjaan rumah: Wawancarailah seseorang lalu buatlah satu tulisan pendek, 200-500 kata. Siti Maemunah pernah bikin tulisan menarik tentang ”Mbah Ndut,” seorang dukun pijat yang kawin beberapa kali.

SESI 5 - 10 Mei 2017
Sekali lagi soal feature. Para peserta akan membacakan tugas feature. Peserta lain menanggapi. Pekerjaan rumah akan difotokopi sesuai kebutuhan kelas agar setiap peserta mendapatkan selembar. [Budi Setiyono]

Pekerjaan rumah: Buatlah deskripsi pendek berdasarkan pengalaman pribadi. Gunakan kata “saya” dengan relevan. Topiknya bisa apa saja namun sampaikan sebuah pesan.

SESI LAPANGAN - Jumat dan Sabtu, 12-13 Mei 2017
Perjalanan dua hari dan semalam di Sarongge buat bertemu dengan Rosidi, penyintas Kamp Panembang 1965-1978 dengan kerja paksa, serta Tosca Santoso, wartawan yang menulis riwayat tersebut dalam buku berjudul Rosidi.

Kita akan berangkat Jumat pukul 5 dari Jakarta agar bisa sampai di Sarongge, Cianjur, sekitar pukul 10. Kita harus menghindar macet lalu lintas sekitar Puncak sehingga harus berangkat seawal mungkin. Kita akan kembali ke Jakarta dari Sarongge Sabtu pukul 15, sekali lagi, guna menghindari macet. Persiapan transportasi, penginapan dan diet akan dibahas dalam kelas. Sarongge juga terkenal dengan kopi dan sayuran organik. Kita akan diberi oleh-oleh sayuran organik dan kopi.

Bacaan: Rosidi karya Tosca Santoso

Pekerjaan rumah: Buatlah resensi buku plus perjalanan dari Sarongge.

SESI 6 - 17 Mei 2017
Diskusi soal penokohan dan sudut pandang. Bagaimana mengembangkan tokoh serta menampilkan cerita dari suatu sudut pandang. Kapan menggunakan kata ”saya” dalam naskah? Membahas tugas peserta. [Budi Setiyono]

Bacaan: ”Hoakiao dari Jember” oleh Andreas Harsono, “Buru, Menziarahi Negeri Penghabisan” oleh Amarzan Loebis

Catatan: Ingatkan pekerjaan rumah soal Rosidi.

SESI 7 - 24 Mei 2017
Membahas hasil liputan lapangan dari Sarongge [Budi Setiyono]

Catatan: Kelas akan mengundi. Masing-masing peserta akan menuliskan profil peserta lain. Siapa orang yang Anda gambarkan? Apa sifatnya yang paling kuat? Apa kelemahannya? Apa perjuangannya? Waktunya panjang agar peserta bisa saling mengenal dan menghasilkan naskah berisi.

SESI 8 - 31 Mei 2017
Bagaimana Tom Wolfe memulai gerakan ini di Amerika Serikat pada 1960-an dan bagaimana suratkabar-suratkabar Amerika mengambil elemen-elemen genre ini. [Andreas Harsono]

Bacaan: “Ibarat Kawan Lama Datang Bercerita” oleh Andreas Harsono; edisi jurnal Nieman Reports edisi Spring 2002 tentang narrative journalism. Bacaan Nieman ini cukup tebal. Ini penting guna tahu sejarah dan perdebatan soal genre ini di Barat serta bagaimana genre ini masuk dalam cerita-cerita sehari-hari dalam suratkabar. Bila ada waktu, bacalah karya-karya generasi Tom Wolfe a.l. Truman Capote, Joan Didion, Jimmy Breslin.

SESI 9 - 07 Juni 2017
Diskusi soal struktur karangan dengan contoh “Hiroshima” karya John Hersey. Ini sebuah karya klasik, dimuat majalah The New Yorker pada Agustus 1946, yang pernah dipilih sebuah panel wartawan dan akademisi Universitas Columbia sebagai naskah terbaik jurnalisme Amerika pada abad ke-20. Membahas tugas peserta. [Budi Setiyono]

Bacaan: “Hiroshima” dalam majalah The New Yorker edisi 31 Agustus 1946 oleh John Hersey dan “Menyusuri Jejak John ‘Hiroshima’ Hersey”oleh Bimo Nugroho. Usahakan baca John Hersey hingga selesai. Bacaan dari Bimo Nugroho membantu memahami “Hiroshima.”

Pekerjaan rumah: Buatlah deskripsi pendek berdasarkan sebuah peristiwa yang Anda saksikan atau amati, tambahkan sedikit wawancara. Mulailah dengan adegan, tanpa “penjelasan”. Topiknya bisa apa saja.

SESI 10 - 14 Juni 2017
Deskripsi adalah trik penting dalam penulisan. Ia akan membuat argumentasi jadi menarik. Kelas akan diskusi soal deskripsi dengan menggunakan ”Ngak Ngik Ngok” serta contoh-contoh lain dalam buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. [Budi Setiyono]  

SESI 11 - 12 Juli 2017
Menulis kolom. Bagaimana bentuk suratkabar sebelum ada Op-Ed page? Kapan munculnya? Apa ide utama di balik kolom itu? Tidakkah ini bertentangan dengan standar jurnalisme di mana wartawan tak diharapkan beropini? Siapakah para kolomnis itu? Dan bagaimana menulis kolom yang baik. [Andreas Harsono]

Bacaan: “The Death of Sukardal” karya Goenawan Mohamad. “Obama Has the Power to Help Papua, the ‘Weak Man’ Under Indonesian Rule” karya Andreas Harsono.

SESI 12 - 19 Juli 2017
”The Silent Season of A Hero” mengubah cara wartawan menulis sosok di Amerika. Bacalah juga ”Frank Sinatra Has a Cold” karya Gay Talese. Situs web resmi Gay Talese adalah  www.randomhouse.com/kvpa/talese/index.html. Membahas tugas profil sesama peserta. [Budi Setiyono]

Catatan: Ingatkan soal tugas menulis profil sesama peserta.

SESI 13 - 26 Juli 2017
Membahas dan diskusi hasil membuat profil sesama peserta serta bicara editing. [Budi Setiyono]

Bacaan: “Bahasa untuk Suratkabar” oleh Goenawan Mohamad.

SESI 14 - 02 Agustus 2017
Social Media. Bagaimana internet mengubah cara orang mendapatkan informasi? Bagaimana menghadapi tsunami informasi? Apakah jurnalisme akan mati dengan munculnya “citizen reporter”? Apa peranan jurnalisme masa mendatang? Apa beda Facebook dan Twitter? Bagaimana melihat blog, search engine, dan You Tube? [Andreas Harsono]

Bacaan: “What We Need from the ‘Next Journalism’” karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku Blur: Bagaimana Mengetahui Kebenaran di Era Banjir Informasi. Bila tertarik baca lebih jauh bacalah Googled karya Ken Auletta serta The Facebook Effect karya David Kirkpatrick.

Catatan: Ingatkan tugas akhir kursus ini: sebuah naskah panjang. Isu apa yang menarik perhatian Anda? Buatlah outline dengan argumentasi mengapa cerita itu menarik, tidak klise, bakal menyedot perhatian pembaca. Perkuat dengan riset dan observasi

SESI 15 - 09 Agustus 2017
Diskusi menggali, mengembangkan, menajamkan ide laporan serta menemukan fokus dan angle. Membahas outline tugas akhir. [Budi Setiyono]

SESI 16 - 16 Agustus 2017
Warna sari, tanya jawab. Penutupan. [Andreas Harsono dan Budi Setiyono]


Yayasan Pantau
Jl. Raya Kebayoran Lama No 18 CD Jakarta Selatan 12220
Phone/Fax: +62 21 7221031 / 7221055
www.pantau.or.id

No comments: