Tuesday, January 29, 2008

Hotel Russel dan Handphone di London


Ini hanya pemberitahuan kecil saja. Ada beberapa orang menelepon nomor mobile saya. Maaf saya tak bisa mengangkat. Saya lagi ada di London. Kalau saya angkat terlalu mahal biaya roaming.

Saya harus berhemat. Sejak Norman dipindahkan ibunya ke Bintaro, pendapatan kami dikuras buat bayar biaya transportasi Kemayoran-Bintaro. Pengeluaran harus diatur ketat. Saya tak bisa menerima telepon mahal. Saya juga tak menjawab SMS mengingat biayanya mahal. Anda bisa hubungi saya via email. Kebetulan saya tinggal di hotel dengan fasilitas internet 24 jam dalam kamar sehingga bisa cek email rutin. Atau bisa juga menelepon Hotel Russel +44 20 78376470 kamar 3558. Saya hanya tiga malam disini. Sabtu pagi sudah ada di Jakarta.

Hotel Russel, sebuah bangunan Victorian, terletak di jantung daerah Bloomsbury, salah satu tempat paling populer di London. Hotel ini bintang empat. Dia terletak dekat Covent Garden, British Museum, Oxford Street serta mudah menjangkau Buckingham Palace, St Paul’s Cathedral, London Eye, Tower of London serta Houses of Parliament. Ia terletak persis depan Russel Square. Sisi-sisi lapangan ini dipenuhi bangunan-bangunan dari University of London. Salah satu sekolah dari universitas ini, yang sangat aku kenal, adalah School of Oriental & Asian Studies (SOAS).

Hotel Russel, menurut selebaran hotel, dibangun antara 1886 dan 1900. Arsiteknya, Charles Fitzroy Dolls. Dia membangun hotel ini dengan mengacu pada Chateau de Madrid di Bologna. Ia delapan tingkat. Pematung Henry Charles Fehr, diminta Dolls, membuat empat patung ratu-ratu dan perdana menteri Inggris di hotel ini.

Ketika Perang Dunia II, hotel ini termasuk bangunan lama yang selamat dan pemboman Jerman. Tinggal di hotel ini membuat saya seakan-akan masuk ke novel J.K. Rowling tentang Harry Potter dan sekolah Hogwart. Karpetnya tebal, menenggelamkan sepatu. Tangga lebar dan patung naga menghiasi setiap tikungan tangga. Lampu-lampu bergantungan, warna kuning, perabotan dari kayu gelap.

Isteri saya, Sapariah, mengingatkan saya jangan-jangan hotel ini ada hantunya! Macam cerita Harry Potter beneran!

5 comments:

Amelia Day said...

Apa kabar, Mas? Makin berkibar ya, dan turut mendoakan yang terbaik buat Norman dan Mas Andreas. Saya ikuti terus, tapi mungkin ada saat saya say hi to you and your family. Hi!
Ada sedikit joke buat iseng... have a great day di negeri orang ya!

A Soviet journalist walks into the hospital and tells the desk nurse, "I want to see the eye-ear doctor."
"There is no such doctor" she tells him. "Perhaps you would like to see someone else?"
"No, I need to see an eye-ear doctor," he says.
"But there is no such doctor," she replies. "We have doctors for the eyes and doctors for the ear, nose and throat, but no eye-ear doctor."
No help. He repeats, "I want to see the eye-ear doctor."
They go around like this for a few minutes and then the nurse says: "Comrade, there is no eye-ear doctor, but if there were one, why would you want to see him?"
"Because," he replies, "I keep hearing one thing and seeing another."

Andreas Harsono said...

Hi Amelia,

Saya nggak tahu siapa yang hendak disindir nih? Mudah-mudahan tak menyindir media massa Majapahit ya. Di London sini, matinya Soeharto diberitakan tapi di halaman dalam.

Ada penangkapan perampok (headline Selasa) dan pengakuan seorang Pakistan yang mau bunuh serdadu Muslim ("cut like a pig" headline Rabu). Berita-berita itu menenggelamkan Soeharto. Lumayan deh bisa keluar dari tsunami berita Soeharto sakit dan Soeharto mati.

Amelia Day said...

Pagi ini bandara Soekarno Hatta ditutup (penerbangan keluar-masuk ditutup). Kantor Menko Kesra di dekat Monas terendam banjir 50-60 cm. Banyak kegiatan kantor lumpuh. Cerita lama ya, Mas? Becandaan suami saya, "Aih hujan begini nunggu Pak Harto selesai dulu." Mudah-mudahan ramalan BMG hujan akan terus berlangsung hingga sore maksudnya itu rintik-rintik ya, biar matahari mulai ngintip. Have a very great work!

fawwaz naufal said...

pantesan sms-ku gak dibalas mas...:)
salam untuk Norman dan Mbak Sapariah.

ly-tokyo

Si Pemimpi said...

wah, betul ternyata... cukup sastrawi cerita tentang hotel russelnya... "karpet tebal... menenggelamkan sepatu" that's a piece of diamond, bro