Saturday, May 30, 2009

Gambar Seram dari Wamena


Peringatan
Ada gambar yang bisa bikin perut mual!



AWAL MEI ini saya mendapat beberapa pertanyaan dari beberapa orang soal empat buah gambar yang beredar lewat email, antara lain, dari Port Moresby. Isinya, sebuah serial tentang sekelompok orang Papua, tepatnya orang Pegunungan Tengah, yang ditangkap polisi Indonesia.

Mereka ditangkap. Mereka diminta melepaskan pakaian mereka. Telanjang dada. Dua orang ditembak mati. Gambarnya seram sekali. Perut saya mual melihat gambar keempat. Saya ingatkan Anda untuk tak meneruskan melihat gambar-gambar ini bila tak benar-benar perlu.


Ada dugaan gambar-gambar ini diambil sesudah terjadinya serangkaian kekerasan di Papua saat pemilihan umum 9 April 2009. Ada yang berasumsi ia terjadi pada 29 April saat ratusan tentara Indonesia dari Batalion Infantri 751/Berdiri Sendiri mengamuk di Sentani. Saya agak ragu karena hari itu tak ada satu pun korban jatuh. Ada empat wartawan mengalami kekerasan namun tak ada korban nyawa.

Saya cek gambar-gambar ini diambil pada 28 Januari 2004. Dari beberapa wartawan dan aktivis hak asasi manusia di Jayapura dan Wamena, saya diberitahu bahwa gambar gedung bundar dalam foto kemungkinan besar ada di Wamena. "Itu macam bentuk honai," kata seorang wartawan. Seragam polisi dalam gambar adalah Gegana, sebuah unit penjinak bom dari Brimob. Ada juga wartawan bilang gambar-gambar ini pernah dilihatnya dalam demonstrasi mahasiswa. Lagi-lagi, dia tak tahu siapa nama korban-korban ini?

Saya sudah mencoba hubungi lebih dari 20 sumber di Wamena dan Jayapura. Ada seorang mantan wartawan mau bantu saya meneliti gambar-gambar ini namun juga belum ada hasilnya. Sudah hampir sebulan saya tak tahu apa-apa soal gambar ini. Semua buntu. Tak ada yang tahu siapakah korban? Mengapa mereka ditembak? Siapa yang menembak mereka? Mengapa ditembak dari jarak dekat?


Saya terpaksa memuat gambar-gambar ini dalam blog saya untuk minta bantuan Anda, terutama yang tinggal di Jayapura dan Wamena, apabila ada yang kenal korban? Atau ingat kejadian apa? Tak kalah pentignya, saya ingin tahu siapa yang mengambil gambar-gambar ini? Saya tak bermaksud tidak hormat kepada almarhum maupun keluarganya. Sebaliknya, saya justru ingin mencari kebenaran apa yang terjadi pada korban. Bila ada yang tahu, silahkan hubungi saya. Saya hendak membuat naskah soal keempat gambar ini.

Pegunungan Tengah adalah suatu daerah di jantung Pulau Papua dimana penduduknya berkulit gelap dan rambut sangat keriting. Daerah ini ditempati beberapa etnik. Namun semua berkulit gelap dan rambut sangat keriting. Orang-orang Gunung biasanya dibedakan dengan orang-orang pantai, macam Biak, Serui, Manokwari, Jayapura dan sebagainya, yang kulitnya lebih terang. Mungkin buat orang dari luar Papua, mereka kurang terlihat berbeda. Orang Papua sangat mudah membedakan siapa Gunung, siapa Pantai. Sama dengan orang di Jawa mudah membedakan orang Solo atau Surabaya, mana Sunda, mana Jawa, mana Madura, kebanyakan orang Papua juga mudah mengenal etnik mereka hanya dari melihat bentuk badan, penampilan fisik dan logat bahasa.

7 comments:

MUSTHOFA BISRI said...

saya tidak dapat membantu apa2 soal gambar-gambar ini bang... tapi tentulah ia korban kekerasan yang menyebabkan kematian,,, atau mungkin ada kaitannya dengan kelompok rakyat bersenjata yang sedang diburu polisi dipapua... serem-serem gambarnya.... turut prihatin selamat berjuang bang....

onetcayank said...

hemmmm...
kasian yah..
>_<
turut berduka..

hahaji said...

saya setuju dengan mas Mus..., sepertinya berita ini sudah ada di koran nasional. Cuman belum tampak seseram ini..

Andreas Harsono said...

Seorang pemuda Wamena menelepon saya minggu ini. Dia bilang dia yang mengambil gambar dua korban penembakan Brimob di kantor polisi Wamena. Dia bilang gambar ini diambilnya pada hari Senin, 15 Mei 2006, ketika terjadi protes oleh Bupati Jayawijaya David Hubi dan pendukungnya terhadap polisi Indonesia di Wamena. Dua korban adalah anggota klan Hubi. Bupati David Hubi ditangkap polisi dengan tuduhan korupsi. Presiden SBY memberi persetujuan penangkapan Hubi. Ini berakibat terjadi bentrokan antara klan Hubi dan polisi. Ada berita bisa dibaca, walau isinya bias, pada situs Antara:

http://www.antara.co.id/view/?i=1147794852&c=NAS&s=

Bianca said...

Saya sudah pernah tinggal di pegunungan tengah selama 1 tahun....sedih rasanya melihat hal2 seperti ini yang seharusnya tidak terjadi lagi...bukan hanya di papua tapi di seluruh Indonesia....

rezuki said...

astagfirullah...
ga brani liat lagi...
sereemmm...

Marvelouz Go Blog said...

Saya orang papua, dan sangat sedih dengan tindakan tidak berperi kemanusiaan ini.. papua adalah indonesia, dan papua merupakan bagian dari indonesia. Kenapa Hal seperti ini masih sering terjadi ?
Ada apa dengan papua ?