Tuesday, January 10, 2006

Cuti dari Yayasan Pantau


SAYA hendak mengambil cuti dari Yayasan Pantau selama sebulan, dari 26 Januari hingga 26 Februari 2006. Tujuannya, pergi ke sebuah villa di Puncak dan menyelesaikan dua bab buku saya. Targetnya, menulis delapan jam sehari.

Saya sudah bicara dengan beberapa rekan saya. Mereka mendukung upaya "mengasingkan diri" ini. Saya kira, mereka juga jengkel bila setiap kali hendak melakukan sesuatu pekerjaan yang agak besar, saya beralasan buku belum selesai.

Saya akan menunda menjawab surat atau komentar Anda. Saya tetap menjaga web log ini namun isinya pasti terkait buku semua.

Mengapa tidak tinggal di Jakarta saja? Bukankah lebih murah? Saya juga berpikir demikian. Namun saya sering tergoda pergi ke tempat ini atau itu. Mengundang teman. Membalas surat. Di sisi lain, saya bukan orang yang mudah menolak undangan diskusi.Masih ada waktu 20 hari sebelum cuti. Saya akan menyelesaikan apa yang jadi tanggungjawab saya. Pekerjaan lain, yang belum dimulai, akan dikerjakan rekan lain.

Anyway, saya juga tidak jauh-jauh amat perginya. Setiap akhir pekan saya masih akan bertemu dengan Norman Harsono, anak saya. Saya tidak mungkin cuti jadi Papa bukan?

Image hosted by Photobucket.com
Norman, Nugi, Citra, Hesni, Arif, Wina, Eva, Ari, Clarissa dan Imam mejeng di gazebo. Kami baru selesai sarapan nasi goreng. Malamnya, sempat bakar ikan. Buset dan Eva sibuk bakar ikan. Buset masih tidur ketika kami sarapan. Piknik Yayasan Pantau ini mendorong saya mengambil cuti dan menggunakan villa mungil di Puncak. Tempatnya sepi sekali. Harapannya, tempat sepi bisa membantu disiplin.

Image hosted by Photobucket.com
Terbang atau lompat? Siapa paling berat? Imam, Norman dan Citra sama-sama melompat dari pagar rumah. Aku memotretnya ketika mereka sedang melayang jatuh. Banyak rekan suka foto ini karena kesannya mereka bisa terbang. Gelinya, Citra terkesan tak bisa terbang ... mungkin agak berbobot.

4 comments:

Anonymous said...

Pak Andreas, sebelum Pak Andreas cuti, saya harus bilang, ternyata saya sudah baca tulisan pak Andreas sejak dulu. Ceritanya, pas saya mudik ke Solo seminggu yang lalu, saya menemukan lagi kliping berita tentang Iwan Fals yang dulu sempat saya kumpulkan. Ternyata ada tulisan dari Pak Andreas tentang Iwan Fals. Kalo nggak salah, tahun 1992...udah belasan tahun ya Pak..:)

Entah ya, saya kok merasa tulisan pak Andreas yang "Dunia Fantasi" dan tulisan "Cuti dari Yayasan Pantau" ini menjadi favorit saya...:) Apalagi pada bagian " Saya tidak mungkin cuti jadi Papa bukan?":)

Wah...romantis sekali...hehehehe..:D


Astri

Anonymous said...

Tolong bilang Buset, " I miss Him "

Anonymous said...

tapi foto yang posisi terbang mana? itu lebih asik lho.......

who am I? said...

So....I'm gonna miss ya!