Friday, March 08, 2013

Musim semi di Glen Cove


SELAMA seminggu saya mengikuti sebuah pelatihan dan diskusi soal hak asasi manusia di Glen Cove Mansion Hotel and Conference Center, sekitar 1.5 jam naik kereta api dari New York. Saya belajar macam-macam isu hak asasi manusia. Mulai dari mekanisme International Criminal Court di Den Haag hingga berbagai persoalan di berbagai penjuru dunia: Burma, Lebanon, Mesir, Pakistan, Syria, Tiongkok maupun Amerika Serikat.

Namun tempat dimana diskusi diadakan tak kalah menarik. Ada sekitar 50 orang peserta ditempatkan di Glen Cove Mansion. Kamar saya terletak paling ujung dari mansion. Mulanya, ngeri juga jalan ke daerah paling ujung. Ini bangunan berumur lebih dari 100 tahun. Rumah batu merah adalah bangunan inti. Lebih celaka lagi, memang ada cerita-cerita beredar di You Tube bahwa bangunan tua ini ada hantunya.

Pemandangan pagi hari sesudah badai salju di Glen Cove, Long Island. 
Badai salju menciptakan pemandangan indah dari balik jendela kamar.
Saya juga menyaksikan perubahan dari musim salju ke musim semi di Glen Cove. Semua saya perhatikan setiap pagi dari kamar hotel. Bila malam hari, terasa sepi sekali, hanya suara angin mendesir pelan. Bila ada badai salju, praktis suara angin tak terdengar. Hanya percikan salju turun dari langit ke permukaan tanah. Semua jadi putih.

Cuaca beku di luar mansion.
Badai salju menciptakan pemandangan indah dari balik jendela kamar. Saya suka sekali tinggal di mansion ini. Saya sering baca buku bahwa setiap bercak salju punya bentuk berbeda. Entah ada berapa milyar bercak salju jatuh di sekitar mansion ini.

Ada lagu anak-anak berjudul "Little Snowflake" yang menggambarkan betapa putih, syahdu dan sepi mereka turun dari langit. Anak saya punya lagu kegemaran ini lewat versi Super Simple Song dengan video animasi cakap sekali.

Suhu udara luar tentu di bawah titik beku. Orang cenderung diam dalam rumah saat cuaca begini. Saya beruntung beli beberapa majalah dan buku ketika transit di New York. Punya waktu banyak untuk baca majalah The New Yorker serta buku-buku yang saya bawa. Ini kesempatan untuk belajar lagi. Saya juga terpaksa buka kamus elektronik bila ada istilah dalam bahasa Arab atau Perancis yang ingin saya ketahui akar katanya.

Bangunan mansion 1810.
Mansion selesai dibangun pada 1910. Mulanya, bernama The Manor, total 55 hektar milik pasangan John Teele Pratt dan Ruth Baker Pratt. Majalah Country Life menyebutnya sebagai satu dari 12 country house terbaik di Amerika Serikat. Ia didisain oleh arsitek Charles Adams Platt (1861-1933). Pasangan Pratt adalah pasangan kaya. John T. Pratt seorang executive di perusahaan minyak Standard Oil Co. Ruth Baker Pratt adalah senator perempuan pertama dari Partai Republik dari New York.

Tiap hari baca The New Yorker dan The New York Times
Mansion berhantu?
Isu bahwa ada hantu di Glen Cove sering muncul di media. Ada yang bilang ia merupakan hantu Ruth Baker Pratt. Ada yang bilang lelaki berbaju jas warna coklat sering muncul di beberapa ruang tertentu di Glen Cove. Selama hampir seminggu tinggal di mansion, saya tak pernah menyaksikan hantu. Tapi kalau dengar cerita dari karyawan atau lihat video mereka, bulu kuduk merinding juga. Ada suara orang mengetik dengan mesik ketik tua terdengar dalam rekaman.

Ada beberapa kawan --orang Amerika, Arab, Pakistan, dan Perancis-- sangat suka mencari cerita soal hantu Glen Cove. Malam terakhir, mereka sengaja mengobrol di ruang bilyard, ruang besar dan megah, dengan lampu krital warna keemasan, dimana dikatakan hantu perempuan sering muncul. Mereka mengobrol dan bercanda hingga lewat tengah malam. Isinya, lebih soal instrumen hak asasi manusia dalam hukum internasional. Buntutnya, bukan hantu tapi mereka diminta berhenti oleh petugas keamanan hotel.

Mereka dianggap mengganggu karena mengobrol hingga pukul 3 dini hari!

Pemandangan mulai berubah. Musim semi tiba!

No comments: