Thursday, November 23, 2006

Isi Majalah Indopahit


Aku lagi seneng menyunting naskah, mencari gambar, diskusi foto dan sebagainya untuk proyek "majalah" Indopahit ini. Isinya kurang lebih akan dibuka dengan sekumpulan cerita pendek tentang pertemanan, pernikahan dan keluarga. Ada lima orang disini yang menulis --mungkin masih ada susulan. Urutannya sebagai berikut:

- Keriangan, Keragaman oleh Coen Husain Pontoh (New York)
- Surat dari Ende oleh Esti Wahyuni (Ende)
- Jojoba, Jomblo, Jomblo, Bahagia oleh A. Widaningsih Pahlevi (Pontianak)
- Pernikahan oleh Indarwati Aminuddin (Kendari)
- Sebentuk Cinta yang Tak Tergantikan Linda Christanty (Banda Aceh)

Kumpulan ini akan diikuti oleh naskah-naskah panjang. Mulanya, dibuka dengan esai, "Mengapa Kami Menikah?" karya Sapariah Saturi dan aku. Kami bergantian menjawab isu-isu yang penting. Ada foto dari jepretan Mohamad Iqbal disini. Iqbal bekerja keras, membawa alat-alat fotonya, ke apartemen. Kami pergi ke atap, ke kolam renang, ke lapangan basket dan segalanya buat pemotretan.

Sapariah menulis, "Aku merasa cocok. Mas, orangnya peduli dan perhatian. Bukan hanya dengan orang-orang terdekatnya, tapi semua orang, terutama kalangan tertindas. Jadi aku merasa enak dan aman. Mas itu orang yang punya prinsip, bekerja dengan jujur dan benar. Maka tak heran kalau setiap saat aku selalu mendengar ocehan dan kekesalannya terhadap carut marut negara dan pelaksananya."

Naskah panjang berikutnya, sekitar 12 halaman, "Cerita Mak Isah" karangan Muhlis Suhaeri dan foto Haryo Damardono. Mak Isah adalah calon mertua aku. Beliau seorang perempuan Madura, kelahiran Borneo, sederhana, punya prinsip, saleh dan baik hati. Muhlis wawancara keluarga Mamak. Haryo bikin foto kolase berwarna Mak Isah serta desa Punggur dimana keluarga mereka berasal.

Iqbal lalu bikin esai foto delapan halaman dari apartemen aku: kamar mandi, kulkas, Norman, jemuran dan sebagainya. Ini sama sekali beda dengan foto pre-wedding biasa. Iqbal bukan tipe fotografer yang puas dengan kebiasaan biasa dimana sepasang pengantin dipotret seakan-akan mereka tak hidup dalam dunianya. Sapariah sudah dandan hingga hampir dua jam --dibantu teman-teman kost-- tapi Iqbal menganggapnya kurang penting. Iqbal ingin kami tampil sederhana, biasa saja. Pemotretan pun diulang dua hari lagi.

"10 Puisi Mitologi" karya penyair Hasan Aspahani juga akan meramaikan majalah ini. Hasan tinggal di Batam. Dia teman sekelasnya Sapariah ketika ikut kursus Jurnalisme Sastrawi angkatan VII. Muhlis ikut angkatan VI. Aku kebetulan ... ehm ... yang jadi instrukturnya. Jadi, ini cerita soal guru dapat murid.

Aku kini lagi cari bahan dan menulis narasi terakhir berjudul, "Seorang Hoakio dari Jember" tentang masa kecil seorang anak Hoakio bernama Ong Tjie Liang. Aku wawancara keluarganya. Aku cari guru-gurunya. Aku ingin menulis bagaimana Ong kecil memandang kekuasaan.

Anda mungkin ingat Ong Tjie Liang adalah Chinese name dari Andreas Harsono. Ini sebuah esai tentang masa kecil aku dengan menggunakan gaya orang ketiga, yang kebetulan, namanya berbeda namun individunya sama. Unik bukan?

2 comments:

wahyu said...

wah selamat berbahagia mas andreas, terakhir kita bertemu di conference defamation and freedom of the press 2004, dan saya masih mengikuti terus blog anda. jadi pingin punya itu majalah, mungkin susah dikirim ke belanda, minimal softcopy nya nanti dishare dong. anda senantiasa membuat terobosan, saya penasaran dengan foto prewed yang tidak biasa itu, dimana kedua mempelai tetap pada alam nya, juga essay sejarah seorang andreas yang saya kagumi.

Andreas Harsono said...

Dear Wahyu,

Terima kasih untuk komentarnya. Hari ini, Indopahit naik cetak di PT Jayakarta Agung Offset, total ada 96 halaman isi dan empat halaman cover. Kami semua puas melihatnya. Beberapa rekan yang perfectionist, Mohamad Iqbal, Linda Christanty dan Vera Rosana, bolak-balik minta saya memeriksa, warna demi warna, makna kata demi kata. Lucu juga. Sapariah mendapat kado pertama berupa undangan kawin setebal 100 halaman!

Saya tentu akan kirim soft copynya. Kalau kirim hard copy, aduh, mahal atuh! Anda tahu dong, orang lagi mau punya gawe, sekecil apapun, itu lagi perlu uang banyak. Kirim email ke aharsono@cbn.net.id ya. Nanti begitu sudah dapat softcopy, aku akan kirim via email.