Friday, August 07, 2020

Andreas Harsono

Andreas Harsono meliput Indonesia buat Human Rights Watch sejak 2008. Pada 1995, dia ikut mendirikan Institut Studi Arus Informasi di Jakarta dan 2003 ikut mendirikan Yayasan Pantau, yang bergerak di bidang pelatihan menulis jurnalistik. Dia anggota awal dari International Consortium of Investigative Journalists pada 1997.

Dia pendukung kebebasan pers, ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen pada 1994 era Orde Baru ketika pemerintahan Presiden Soeharto hanya memperbolehkan organisasi tunggal buat wartawan. Dia mulai karir jurnalistik dengan harian The Jakarta Post lantas The Nation (Bangkok) dan The Star (Kuala Lumpur). 

Pada 1995, dia ikut pelatihan advokasi di School of International Training, Vermont, Amerika Serikat. Pada 1999, dia belajar jurnalisme sebagai Nieman Fellow di Universitas Harvard dan kembali ke Jakarta menyunting majalah Pantau khusus media dan jurnalisme. 

Dalam Bahasa Indonesia, bukunya termasuk Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat (bersama Budi Setiyono) dan “Agama” Saya Adalah Jurnalisme serta dalam Bahasa Inggris Race, Islam and Power: Ethnic and Religious Violence in Post-Suharto Indonesia.

No comments: