Thursday, November 01, 2007

Geylang, 1 November 2007


Kamis pagi aku menjemput Norman di persimpangan Pondok Indah guna pergi ke sekolah. Badannya agak hangat. Rabu sore, dia datang ke apartemen untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Dia harus belajar bikin link antara presentasi Power Point dan lagu-lagu. Namun suhu badannya hangat. Dia tidur di sofa ruang televisi.

Malamnya, dia dijemput Retno untuk pergi ke Bintaro. Retno mulanya minta aku mengantar Norman ke Bintaro. Tapi Norman masih tidur. Retno menyatakan ketidaksenangannya Norman tidak langsung pulang ke Bintaro. Begitu bangun, Norman langsung cuci muka, mengemasi barang-barangnya dan turun ke lobby menemui Retno.

Pagi ini, aku merasa badan Norman masih belum fit benar. Sesudah Norman ke sekolah, diantar sopir, aku siap-siap pergi ke Cengkareng. Naik pesawat Singapore Airlines, dari Cengkareng menuju Changi Airport. Hanya sekitar 75 menit. Penerbangan mulus. Aku dalam perjalanan menuju ke Davao City, Pulau Mindanao, namun harus transit semalam di Singapura.

Di Changi, mulai terima SMS dari Norman. Dia sedang istirahat makan siang. Kami tukar-tukaran pesan. Aku ingatkan dia untuk makan banyak. Norman kebetulan suka dengan makanan di kantin sekolah.

Aku bilang aku masih di Changi, ambil uang dari ATM, lalu booking hotel, cari yang termurah, lalu naik kereta api ke stasiun Aljunied. Norman minta dicarikan serial komik Asterix Operation Getafix. Aku janji akan carikan di Orchard Road. Sapariah dan aku sudah pernah cari serial ini di seluruh toko Jakarta, Kuala Lumpur dan Roma, tapi tak ketemu.

Aku menginap di Frangrance Hotel Ruby di daerah Geylang. Kamar kecil. Ia juga terletak di red light area serta tempat-tempat makan. Anthony Bordain pernah makan disini dalam acara No Reservation. Ada beberapa lusin rumah tua, arsitektur Cina, di daerah ini. Sebagian jadi tempat makan, namun ada juga hotel-hotel kecil. Rumah-rumah ini, ada yang dua tingkat, ada yang tiga, berdiri di antara gedung-gedung tinggi.

Ketika sudah sampai di Orchard Road, Norman kirim SMS lagi, dia ternyata masih ada di jalan. Kasihan sekali. Dia harus ikut pelajaran tambahan. Dia bilang ingin tak masuk sekolah besok.

"I is sun set still in p i what hf no school tomarrow still sick," kata Norman (17:38).

"Too weak to think cant even jump" (17:48).

Aku bilang kalau sakit, jangan masuk sekolah. Aku minta dia kasih tahu Sapariah agar bisa diteleponkan sekolah.

Sapariah juga kirim kabar. "Kek, hari ini jam 5:30 norm masih di jalan. Pasti capek. Td yani telp, dia masih demam. Mungkin bsk ga masuk sekolah. Biar dia rehat ya ga apa." (18:11)

Di Orchard Road, aku menuju toko buku Kinokuniya di Takashimaya. Ini sebuah mall besar. Aku menghabiskan waktu sekitar tiga jam, cari-cari buku. Menurut petugasnya, serial Asterix itu baru akan cetak lagi Mei 2008 untuk hardcover, sedang paperback tahun 2009. Aku belikan diary Anne Frank untuk gantinya. Aku kira Norman akan suka buku klasik ini.

Dari Orchard Road, kembali naik kereta api ke stasiun Aljunied, makan malam di satu warung. Saat itulah masuk pesan, "Slmt mlm P Andreas, tlng tlp 702xxxxx saya oleh B Susi/KPAI ditunjuk tim permasalahan bpk, tk salam (RUDY Parasdio)." (19:11) Kehidupan malam Geylang muncul. Pelacuran sebenarnya illegal di Singapura.

Aku minta Sapariah untuk menelepon Rudy. Aku harus hemat dengan urusan telepon. Aku harap Komisi Perlindungan Anak Indonesia lebih cepat bekerja, melakukan kunjungan rumah. Sudah hampir tiga bulan, proses pengaduan ini berjalan, mereka belum melihat keadaan di lapangan. Kini ada petugas baru masuk. Aku harap prosesnya tak diulang dari awal lagi.

1 comment:

--pandi merdeka nurdiansyah-- said...

wahh anne frank buku yang bagus tuh om, gw juga yakin si norman suka. kalo bisa sih suruh banyakin minum juga... ntar seret kalo disuruh banyak makan nggak disuruh banyak minum. hihihihihi..... salam peace om