Monday, July 17, 2006

Menulis Kayak Boker

Seorang kenalan, Parama Dewi dari Denpasar, mengirim email maupun kasih komentar di di blog. Ini komentar soal produktifitas aku menulis. Dewi bilang produktifitas aku kalau nulis udah kayak boker! He he he ....

Ini mengingatkan aku pada komentar Idrus terhadap Pramoedya Ananta Toer. Idrus seorang novelis yang dikenal dengan novel Surabaya dan kumpulan tulisan, Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

Ketika pertama kali bertemu Pram, Idrus yang waktu itu redaktur Balai Pustaka mengatakan, "O, ini yang namanya Pramoedya! Pram, engkau ini bukan ngarang, tapi berak!"

Kini Parama Dewi mengucapkannya "boker" untuk produktifitas aku.

Aku jelas tak seproduktif Pramoedya. Pram menghasilkan lebih dari 40 buku. Aku satu saja belum ada. Kini menulis satu pun sudah rasanya setengah mati. Menulis untuk blog tak bisa disamakan dengan buku. Aku sering malu sendiri bila melihat semangat Pram menulis.

Kini aku masih sibuk cari penerbit yang mau kasih sedikit uang muka maupun sponsor baru.

3 comments:

yus aja said...

betul mas. Kata seorang kawan, menulis itu ibarat 'berak'. makin banyak kita makan, perut kita jadi mules-mules dan kebelet ke belakang. makin banyak kita membaca, makin mudah kita mengeluarkan ide-ide cemerlang lewat tulisan.
Saya ingin belajar banyak sama mas andreas. sampai sekarang saya kesulitan membuat karya tulis yang bagus, laiknya jurnalisme sastrawi. Padahal saya sudah dua tahun bekerja di media.
Apa mungkin karena buku-buku yang saya konsumsi itu tidak bagus, jadinya yang keluar hanya sampah otak saja.

anton said...

mas andreas produktif banget seh..salut deh? sekarang ada di aceh ya? linda di sana kan? salam untuk linda.

salam kenal,
anton septian

Anonymous said...

MAs Andreas, setahuku Idrus bilang ke Pram konteksnya nggak kayak gitu deh, bukan masalah produktifitas. Itu diceritain Pram di film buatan Lontar kan?

Salam, Luthfi