Tuesday, August 28, 2018

Kehilangan kawan masa kecil, tambahan sunyi dalam hidup kita



Hanarko Puspowijono atau Oey Han Siang, sepupu saya, meninggal dunia Sabtu lalu, dalam usia 50 tahun di Jakarta. Jenasahnya dikremasi hari ini di Tangerang.

Dia terakhir bekerja di Four Seasons Hotel, Bali. Karirnya, dunia pariwisata. Dia mengatakan dia menderita obsessive compulsory disorder (OCD) sampai sulit tidur, kelelahan, juga rusak paru-parunya ... walau dia tak merokok.

Kami dulu tumbuh bersama di Kalisat dan Jember pada 1970an. Mulai dari main kelereng sampai berenang di pantai. Jalan di pematang sawah sekitar Kalisat. Menelusuri Kali Bedadung.

Rabu lalu dia minta kawan-kawan masa kecilnya diundang ke rumah sakit. Dia mengajak saya bicara --tepatnya berbisik-- mengenang masa lalu. Dia bilang "ada yang aneh" dalam dirinya sejak remaja. Dia baru resmi mengetahui dia ada OCD pada Januari 2018. Saya tanya berapa besar kemungkinan dia sembuh. Han Siang jawab kalau paru-paru masih bisa sembuh tapi OCD takkan bisa sembuh, dia selalu merasa kelelahan, sulit tidur.


Han Siang juga cerita kenangan ketika dia pernah tinggal di tempat saya di Jakarta pada 2004. Sebuah masa yang pendek, mungkin hanya setahun dalam hidupnya, ketika dia dekat dengan seorang perempuan. Dia minta tolong saya memberitahu kawan perempuan tersebut soal dia sakit.

Han Siang minta agar teleponnya diperlihatkan pada saya. Riko Handoyo, adik bungsunya, memberikan telepon tersebut. Saya berhasil melacak kawan tersebut lewat Facebook.

Saya kirim pesan. Dia terkejut dan menyempatkan diri menemui Han Siang di ruang rumah sakit. Entah mereka bicara apa. Namun beberapa jam kemudian Han Siang meninggal.

Oey Han Siang diantar kepergiannya oleh ibu serta ketiga saudara kandungnya. Sedih lihat tante saya, kini umur 80 tahun, didahului kematian anaknya sendiri.

Han Siang hidup membujang hingga akhir hayatnya. Dia tak mau bikin susah orang lain. Saya mengenangnya di rumah duka Oasis Lestari, Tangerang. Seorang pendiam, hidup mandiri, tak mau merugikan orang lain, berjuang dengan dirinya sendiri.

Kehilangan kawan masa kecil adalah sebuah tambahan sunyi dalam hidup kita.

No comments: