Wednesday, October 11, 2000

Beberapa Contoh Penulisan Profile


Marilyn Monroe

DALAM satu pertemuan kontributor Pantau, ada permintaan agar pihak redaksi memberi contoh artikel profil bagaimana yang diinginkannya. Waktu itu kami bicara soal profil yang bisa menyusup masuk hingga ke dalam psikologi pribadi bersangkutan.

Saya mulanya agak kesulitan menentukan model bagaimana yang bisa saya pakai.

Joe DiMaggio
Tapi saya memutuskan mengirim artikel "The Silent Season of a Hero" karangan Gay Talese (1966). Menurut dosen saya, Robert Vare, artikel itu sangat penting dalam sejarah jurnalisme Amerika Serikat. Talese mengubah bagaimana profil seseorang harusnya ditulis. Artikel itu adalah profil pemain baseball legendaris Joe DiMaggio. Mungkin Anda ingat lagu rock'n roll band Les Brown, "... from coast to coast, that's all you hear, of Joe the One-Man show ...."

Talese harus kerja keras untuk bisa mewawancarai DiMaggio karena DiMaggio menolak diwawancarai. Tapi Talese tetap teguh. Talese mencoba menggali satu hal yang sangat penting, mungkin paling penting, dalam kepribadian DiMaggio ... kecintaannya terhadap mantan istrinya: Marilyn Monroe.

DiMaggio rutin mengirim bunga mawar ke makam istrinya itu. Monroe meninggal dunia pada 5 Agustus 1962 beberapa saat sebelum mereka memutuskan untuk menikah kembali. Kiriman bunga DiMaggio dilakukan tiga kali seminggu, mawar warna merah, hingga DiMaggio meninggal Maret 1999 atau 27 tahun sesudah kematian Monroe.

Selain itu, saya merekomendasikan Anda membaca buku Life Stories: Profiles from The New Yorker yang dikumpulkan oleh David Remnick. Ada banyak artikel profil yang bagus dalam kumpulan profil ini. Saya agak bingung merekomendasikan yang mana.

Ada profil sastrawan Ernest Hemingway yang ditulis oleh Lilian Ross. Artikel "How do you like it, Gentlemen?" dianggap sebagai profil terbaik tentang Hemingway. Kalau Anda belajar sastra, dan membahas Hemingway, saya taruhan, dosen Anda menyuruh Anda baca karya Ross.

Ada juga artikel legendaris lain tentang pendiri majalah TIME Henry Luce. Judulnya, "Time ... Fortune ... Life ... Luce" yang ditulis oleh Wolcott Gibbs. Luce tidak menyukai profil tentang dirinya itu. Ironisnya, dalam pelajaran tentang jurnalisme Amerika, profil tentang Luce biasanya dipakai karya Gibbs itu (TIME dan The New Yorker didirikan pada waktu yang hampir bersamaan dan merupakan kompetitor).

Saya pribadi suka dengan artikel "White Like Me" tentang Anatole Broyard karya Henry Louis Gates Jr. Broyard adalah orang Amerika-Afrika. Kulitnya agak terang. Menariknya, Broyard, penulis resensi buku The New York Times, menyembunyikan latar belakang dirinya. Bahkan dua orang anaknya tidak tahu kalau ayah mereka termasuk keturunan orang kulit hitam hingga sang ayah meninggal.

Cerita ini menarik karena Broyard tidak mempertemukan istri dan anak-anaknya dengan keluarga besar Broyard yang warna kulitnya gelap. Gates mengungkapkan kerja keras dan perjuangan hidup Broyard, dari seorang tentara kulit hitam hingga menjadi tokoh sastra Amerika.