Aku memakai contoh soal “Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan” karya Alfian Hamzah maupun karyaku sendiri soal privatisasi PAM Jaya. Kami membahas ramai esai soal bias media Jakarta terhadap liputan tsunami, “Indonesian Media Bias in Covering the Tsunami in Aceh.” Ini esaiku sendiri yang dimuat Nieman Reports.
Kami juga sempat diskusi mengapa perubahan di harian ini rasanya lambat sekali. Kami sudah mengajar dua bulan namun model penulisan masih kering, masih sedikit feature, masih dominan piramida terbalik.
Kami juga kuatir dengan banyaknya pemakaian sumber anonim dengan istilah "sumber Bisnis." Aku kira sudah saatnya praktek sumber anonim ini dilihat ulang secara menyeluruh. Martin Sihombing, salah seorang redaktur, bahkan mengajak kami diskusi soal kasus Newsweek yang melaporkan ada interogator Guantanamo memasukkan Quran ke lubang toilet. Ia juga berasal dari satu sumber anonim.
Mereka menjelaskan bahwa perubahan ini menunggu sampai keempat kelas selesai ikut pelatihan semua.