Friday, February 23, 2024

Forum Berbagi buat Penyintas Perundungan Busana Perempuan

Beberapa anggota Forum Berbagi dalam demonstrasi Jakarta 2023.

Forum Berbagi adalah group buat para penyintas perundungan busana. Ia bertemu online, minimal sebulan sekali, saling berbagi dan saling bantu, secara sosial, psikologis juga finansial. Ia rutin diadakan setidaknya setiap Jumat malam terakhir. 

Acara Forum Berbagi tak direkam, difoto atau dikutip kecuali ada izin dari pribadi bersangkutan. Ia dimulai pada Maret 2021 sesaat sesudah tiga menteri bikin surat keputusan bersama buat melarang pemaksaan jilbab di sekolah-sekolah negeri. Namun aturan tersebut dicabut Mahkamah Agung pada Mei 2021. 

Menurut Komnas Perempuan, setidaknya ada 73 aturan wajib jilbab di seluruh Indonesia per Agustus 2023. Mereka sudah minta Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama agar meninjau ulang berbagai aturan diskriminatif tersebut. 

Hingga kini sudah lebih dari, 1,500 orang berbagi dalam Forum Berbagi, mulai dari ibu dan ayah yang mengeluh dengan kelakuan para guru terhadap putri-putri mereka sampai perempuan muda yang mencoba bunuh diri.

Ada empat orang yang memberikan waktu buat merintis Forum Berbagi: Andreas Harsono (Jakarta, peneliti hak asasi manusia), Anis Hidayah (Depok, pembela hak buruh migran), Ifa H. Misbach (Bandung, psikolog) dan Suzanna Eddyono (Yogyakarta, sosiolog). 


Friday, February 09, 2024

Maklumat Komunitas Utan Kayu


Mendekati hari pemilihan umum, kami meminta Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo mampu memperlihatkan diri sebagai pemimpin yang jujur dan adil. Waktunya tidak banyak, Tuan Presiden. Kita hendak terus menjadi bagian dari warga dunia yang beradab dalam berpolitik dan berdemokrasi, atau terlempar menjadi bangsa yang membiarkan kesewenang-wenangan menang. 

Kami sependapat dengan guru-guru besar, pengajar filsafat, rohaniwan, dan lain-lain yang memaklumkan bahwa jujur dan adil adalah dasar etika politik kita. Sejak Reformasi 1998, kita mendasarkan pemilihan umum pada dua nilai itu. Hanya bila pemilu kita jujur dan adil, kita bisa beroleh pemerintahan yang legitimate.

Perbuatan Anda memanipulasi lembaga-lembaga tinggi negara dan lembaga negara, anggaran negara dan sumber daya pemerintahan, serta bersekongkol dengan oligarki demi kepentingan politik keturunan Anda, adalah praktik kekuasaan yang melukai bukan saja demokrasi, tapi rasa keadilan dan nurani kami. 

Waktunya tidak banyak, kami mendesak Anda meninggalkan Istana dengan terhormat. Sebab, kejujuran dan keadilan adalah dasar kita mengelola tujuan bernegara. Pemimpin yang tidak jujur dan tidak adil, akan dikenang sebagai penguasa lalim. Sejarah Reformasi belum terlalu lama untuk dapat Anda ingat.

Kami mendesak Anda berhenti terlibat dalam upaya lancung memenangkan calon presiden dan calon wakil presiden, serta partai politik yang diisi oleh putra-putra Anda. Sebagian pembantu Anda di kabinet, kami yakini sebagai orang-orang berintegritas tinggi. Mereka memegang kuat etika profesi. Anda tak bisa terus mencundangi mereka. 

Pada kesempatan ini, kami menyerukan pula kepada seluruh warga negara Indonesia, untuk menggagalkan upaya Anda menegakkan politik dinasti, Tuan Presiden. Kami berseru agar warga menggunakan hak pilih sebagai kewajiban sosial mempertahankan demokrasi kita agar tidak direbut oleh koalisi Anda.

Jakarta, 9 Februari 2024