Tuesday, March 17, 2026

Tiga Wartawan Dibunuh di Timor Leste Tahun 1999

Saya mengunjungi Centro Nacional Chega di Dili, Timor Leste, sebuah museum dan pusat dokumentasi pelanggaran hak asasi manusia, dulunya bekas penjara yang dipakai pemerintah Indonesia buat tahanan politik. Ada jutaan dokumen, rekaman audio dan video, dari para korban disimpan. Saya menghabiskan 2.5 jam berkeliling. 

Ada sebuah poster dimana tiga wartawan dibunuh tahun 1999 di Timor Leste saat militer Indonesia menjalankan kebijakan bumi hangus masa referendum. 

Joaquim Bernardino Guterres: Wartawan radio Matebean, juga mahasiswa fakultas hukum Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, ditembak oleh polisi Indonesia pada 26 Agustus 1999, ironisnya, ketika dia minta perlindungan dari serangan milisi di Dili. Dia masih kuliah ketika pulang ke Timor Leste. 

Sander Thoenes: Wartawan Financial Times, dibunuh pada 21 September 1999 di Becora, Dili, ketika satu batalyon tentara  Indonesia, lewat dengan truk. Menurut Florindo Araujo, sopir ojek yang mengantar Sander, mereka dicegat beberapa tentara. Araujo lari dan sembunyi di semak-semak. Tentara menembak Sander dan jenasahnya disingkirkan ke pinggir jalan. 

Agus Mulyawan: Fotografer Jiji Press, bertugas di Los Palos, ketika dibunuh bersama tujuh biarawati Katholik pada 25 September 1999. Agus mahasiswa Universitas Gadjah Mada, biasa mengambil foto demonstrasi tahun 1998 di Yogyakarta, ketika diminta bekerja buat Jiji Press, Jepang. 

Saya kebetulan kenal dengan ketiga wartawan ini. Joaquim pernah ikut kursus jurnalisme di Ciloto, Puncak, dekat Jakarta, pada tahun 1997 dimana saya ikut mengajar. Ia diadakan oleh Institut Studi Arus Informasi. Sander minta bantuan saya buat cari kost di Tebet ketika dia hendak pindah ke Jakarta dari Belanda. Agus Mulyawan pernah menginap di rumah saya di Bumi Serpong Damai, Tangerang, sebelum terbang ke Dili.

Referensi

Liputan soal pembunuhan Agus Mulyawan dan tujuh biarawati dan biarawan oleh Ajianto Dwi Nugroho dari majalah Pantau tahun 2001. 

Laporan 279 halaman oleh Geoffrey Robinson (2003) dimana ada bagian soal penembakan terhadap Joaquim Bernardino Guterres.

Cerita fotografer John Stanmeyer soal pembunuhan Joaquim Bernardino Guterres dan bagaimana dia memotretnya. Foto karya Stanmeyer menjadi kulit muka majalah Time.

Harian Christian Science Monitor menulis laporan panjang soal pembunuhan terhadap Sander Thoenes. Monitor menugaskan wartawan Cameron Barr buat investigas pembunuhan tersebut. Ia dimuat dalam empat seri plus editorial. 


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.