Thursday, July 23, 2015

Perpanjangan SIM di Gandaria City


SAYA mengurus perpanjangan SIM Adi kios polisi di Gandaria City Mall. Antrian sekitar 20 orang di depan saya. Perlu menunggu empat jam, termasuk istirahat makan siang selama satu jam, sampai terkantuk-kantuk.

Saya juga makan siang di sebuah restoran Vietnam di Gandaria City. Anak saya, yang menemani, juga minta dibelikan T-shirt di Uniqlo. Dihitung-hitung ada ongkos tambahan karena kios tersebut terletak dalam sebuah mall.

Biaya perpanjangan SIM Rp 150 ribu tanpa tanda terima. Tak secepat bank tapi tak perlu datang dua kali juga. Ini SIM saya ketujuh. Kecuali pertama saat ujian, saya biasa pakai calo krn tak sabar. Saya kira kini ada kemajuan walau masih menunggu empat jam dan memberi uang tanpa tanda terima.

Antrian cukup panjang. Orang harus duduk menunggu pemotretan buat SIM atau perpanjangan STNK kendaraan bermotor.

Pengumuman Polisi: Bila SIM Anda kadaluwarsa dalam dua minggu ke depan, Anda bisa perpanjang di kios polisi terdekat. Kalau kadaluwarsa maksimal tiga bulan masih bisa diperbarui. Lebih tiga bulan harus ujian ulang.

Kios ini buka setiap hari dari pukul 9.30 sampai pukul 15 dengan istirahat pukul 12 sampai 13. Hari Sabtu sedikit lebih awal. Ada enam petugas polisi melayani pembaruan SIM dan STNK.

Tempat duduk depan kios polisi kurang sehingga orang menunggu duduk di lantai. Bahkan ada yang tidur kelelahan. Manajemen Gandaria City tentu bisa berbaik hati dengan menambah bangku.

Para pengunjung cenderung mendekat ke kios polisi karena pengeras suara, buat panggilan antri, kurang baik. Dari luar suara panggilan berdengung. Ia tak terdengar jelas. Pengunjung yang merasa makin dekat dipanggil cenderung mendekat ke kaca kios. 

Saat istirahat makan siang, pengunjung juga cenderung pergi dari tempat tunggu. Mungkin makan siang. Mungkin belanja. Suhu udara di daerah polisi kurang dingin. Orang mungkin capek kepanasan dalam sudut mall ini. 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.