Sunday, August 28, 2005

Pelatihan Wartawan Sabang

Pada 26-28 Agustus ini aku ikut dalam satu tim International Center for Journalists untuk bikin workshop tiga hari jurnalisme di Hotel Sabang Hill. Jim Simon dan Carolyn Robinson adalah dua anggota tim lainnya.

Ada 22 wartawan dari Banda Aceh, Lhokseumawe, Takengon dan Sabang ikut pelatihan ini. Mereka dibagi dalam dua kelompok: media cetak bersama Jim dan aku serta media televisi bersama Carolyn.

Aku belajar banyak dari metode kerja yang dipakai Jim dan Carolyn.

Sempat punya masalah dengan kepala polisi Sabang. Ia mempertanyakan izin acara. Alasannya, lebih dari lima orang berkumpul harus ada izin polisi. Aku jengkel sekali. Ini negara sudah bobrok sekali.

Aturan zaman kolonialisme Belanda masih dipakai. Mungkin benar juga bahwa Aceh belum merdeka. Di Jakarta atau Bali, aturan itu bisa bikin bisnis macet. Bayangkan kalau setiap hotel bikin seminar harus minta izin polisi?

Image hosted by Photobucket.com

Jim Simon (kiri) mengobrol bersama wartawan harian Serambi di sebuah kedai kopi dekat Beurawe, kantor sementara Serambi, di Banda Aceh. Kami mengadakan workshop satu hari untuk Serambi pada 17 September 2005.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.